Showing posts with label Work. Show all posts
Showing posts with label Work. Show all posts

Wednesday, July 16, 2008

Terasa lama....

Rasanya jadi borring dan mbosenin banget di kantor ini, dah hampir sebulan saya gak tau mesti ngapain di kantor isinya cuma mondar-mandir gak jelas duduk-duduk ke bagian-bagian lain. menunggu masa kuliah ini bener-bener bosenin. sejak saya dinyatakan diterima MM UI saya dah lepas semua tanggung jawab di kantor mungkin saya di suruh konsen ke kuliah tapi jadinya ternyata saya malah merasa gak dianggap ada di kantor ini jangankan kerjaan meja kerja saja saya dah gak ada apalagi komputer saya juga gak bisa on line lagi... ngeblog juga jadi susah makanya ini blog jadi sangat lama gak di update.

akhirnya kemarin saya mengajuin cuti saja minggu depan full, saya pikir lebih baik saya ngabisin waktu bareng rafi kalo gini di makassar. dari pada di kantor gak ngapa2in. ya seminggu kedepan saya cuti dari kantor dah gak sabar rasanya.

ya semua memang mesti dijalani, saya dah gak sabar juga pingin segera kuliah saja. tapi MM UI sendiri daftar ulang baru tanggal 14-15 agustus ini. ya masih panjang waktu.
saya baru sadar kalo gak ngapa-ngapain memang waktu jadi terasa lama. bersyukurlah orang yang selalu punya kesibukan walau kadang kita mengeluh ketika beban dan kesibukan kerja meningkat tapi ternyata lebih enjoy untuk saya sendiri terutama kalo sedang banyak kesibukan...

ya manusia memang gak pernah puas dengan apa yang sudah mereka dapat.
semoga saya selalu bisa jadi manusia yang terus bisa selalu bersyukur untuk semua karuniamu ya Allah



Tuesday, May 13, 2008

Otomatis hukum Timbal Balik

Ketika salah satu bos besar di kantorku dipastikan akan dimutasi ke wilayah lain, tiba-tiba muncul berita heboh ketika beliau mendapatkan paket berupa Kambing bunting warna hitam dengan tulisan yang isinya ucapan selamat jalan buat beliau, kantor serasa heboh walau saya di posisi yang jauh dari beliau karena beliau di wilayah dan saya di salah unitnya yang jauh.

Jauh sebelum kejadian "kambing heboh" (bolehlah saya sebut seperti itu) Salah satu rekan kantor dimana saya bekerja pernah berujar, "kalau dia jadi bos modelnya seperti itu, sok gayanya, dan egois banget dalam segala hal... ya otomatis pasti semua orang akan bersikap yang sama untuk dia" dan ketika kejadian itu terjadi... ada satu rekan kembali nyeletuk " ya ini namanya hukum timbal balik, orang yang baik pasti dapat balasan baik dan orang yang jelek pasti juga dapat balasan yang jelek".

Bagaimana rekan kerjaku dikantor mengungkapkan apa yang dia pikirkan tentang konsep otomatis dan hukum timbal balik rasanya jadi menarik untuk diperbincangkan disini.
Saya yakin pengirim paket kambing dan ungkapan rekan-rekan kantor merasa dirinya diposisi korban, dimana menjadikan diri kita pasrah dan gembira ketika bos sendiri akan di mutasi ke tempat lain dan tentu saja melakukan hal yang sama dengan yang mereka terima itu di anggab sebagai hal yang otomatis.

Konsep otomatis dan timbal balik sendiri menurut saya dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam konteks hubungan atau relasi manusiawi antar manusia mungkin bukan pilihan yang terbaik. Saya yakin bahwa kita sendirilah yang memegang control atas diri kita sendiri dan kita tentu saja memiliki banyak pilihan-pilihan.
Anggablah ketika kita bertemu orang yang cemberut tentu saja tidak otomatis pula kita akan menghadapinya dengan cemberut, kita tentu bisa membalasnya dengan tetap tersenyum dan ramah. begitu juga dengan cerita diawal tulisan ini.

saya jadi inget perna baca soal beda sekolah formal dan sekolah kehidupan, dimana ketika kita di sekolah formal kita akan mendapatkan pelajaran baru akan menghadapi Ujian, tapi di sekolah Kehidupan kita akan mendapatkan Ujian dulu baru kita bisa memetik pelajaran dari ujian tersebut.

Jadi ada kalanya ketika kita menghadapi seuatu yang negatif, baik perilaku orang lain yang gak baik atau menyakitkan buat kita kenapa ini tidak kita anggab saja sebagai " ujian dalam kehidupan" dan tentu saja kita akan mendapatkan pelajaran dari hal ini. dan yang pasti kita juga bisa memilih untuk otomatis membalas sesuai perlakuannya atau membalas perlakuannya dengan banyak pilihan lain yang tentu saja pilihan yang jauh lebih balik dari hukum timbal balik ini.
bagai mana menurut temen-temen?

Thursday, April 17, 2008

Gak Enak

Ada guyonan di temen-temen kantor soal barang-barang baru, dan kita sampai pada kesimpulan kalau semua yang baru itu pasti enak kecuali satu hal, apaan tuh? ya baru tapi gak enak ya apa lagi kalo bukan "Istri Baru melahirkan" ;). ternyata saya merasakan ada lagi hal yang baru tapi gak enak juga. ya baru pulang pendidikan seperti yang saya alami sekarang. Setelah lebih sebulan saya pendidikan di jakarta dan baru rabu kemarin saya kembali ngantor, karena lama kerjaan jadi banyak terbengkalai dan gak keurus, yang parah lagi ini laporan Keuangan Triwulan pertama. ternyata membereskan kerjaan orang lain lebih susah dari pada kita kerja sendiri sejak awal. saya juga mesti detail meriksa satu-satu.
dah capek sebulan di jakarta pulangnya ternyata jauh lebih berat lagi :D

Wednesday, January 09, 2008

Tutup Tahun dan Menghabiskan Anggaran

Tahun 2007 dah lewat, kerjaan akhir tahun begitu luar biasa, di tambah libur beruntun yang mestinya kalo liburan itu asyik jadi gak asyik karena banyaknya kerjaan yang ke pending di tambah kuantitas kerjaan jadi jauh-jauh bertambah di bandingkan biasanya. ya akhir tahun identik dengan habis-habisan. maka ketika browsing dan baca berita disini saya jadi gak kaget dan dah biasa banget deh di negeri ini.

Ya Akhir tahun identik dengan menghabiskan anggaran. kalo ibu menteri keuangan bisa terkaget-kaget dengan belanja modal pemerintah dalam dua minggu yang bisa naik sampai enam persen di akhir tahun.

Seperti biasa perencanaan yang amburadol dan tolak ukur kinerja juga yang di ukur dari penyerapan anggaran ditambah lagi ketakutan akan menjadi "luncuran" tahun berikutnya. maka ketika akhir tahun rame-rame kejar setoran pake sistem kebut semalam dan semua pake sistem "simsalabim" proyek pembangunan yang nyata-nyata imposible untuk diselesaikan dalam waktu sebulan bisa langsung jadi dan dibayar hanya dalam waktu dua minggu. belanja yang gak perlu pun jadi di beli juga untuk menekan saldo kas dan bank di akhir tahun.
sebagai "tukang bikin laporan keuangan" kadang hanya geleng-geleng melihat peristiwa yang terjadi. semua bukti mendukung dan harus di buku kadang perang batin (lek seng iki sedikit hiperbola rek :D) akan hal ini terjadi. Bukti lengkap semua mendukung dan pembayaran sudah dilakukan berita acara siap operasi dan lain-lain komplit. ya sudah tidak ada pilihan lagi untuk dibuku.
efisiensi di tempatkan di paling dasar sampe gak keliatan dan sementara langsung di pinggirkan dan di lupakan dulu.

Anggaran yang harusnya sebagai alat control dan guide suatu proses kegiatan perusahaan dan menjadi seperti hanya syarat saja, penyusunan cash flow sebagai penjabaran dari anggaran disusun asal-asalan saja sehingga lebih dari 50% duit di alokasikan di penghujung tahun. suatu gambaran yang memprihatinkan. bahkan ketetapan anggaran sering kali pada bulan ketiga sehingga efektif hanya kurang sembilan bulan kita bekerja, dimana tiga bulan pertama kita bekerja tanpa guide. dan ini terus dan terus terjadi.

ya kita sudah memasuki tahun 2008 semoga ada perubahan dalam cara pandang tentang menghabiskan anggaran, ya kita cuma bisa berkata SEMOGA

Monday, January 07, 2008

Serunya Cuti Bersama dan Libur 2008

Barusan dapat kalender dari kantor, dan jadi penasaran juga ketika chat sama adik yang cerita banyak libur tahun 2008, jadi iseng ikutan itung2 libur di tahun 2008 termasuk hari libur kerja sabtu dan minggu. weladalah temen tibak e di total-total libur di tahun 2008 berjumlah 129 hari :D. lah kalo satu tahun ada 366 hari kita libur 129 hari. Weh muanteb tenan tahun 2008 ini lebih dari sepertiga tahun dalam tahun ini kita libur... (lunjak-lunjak kegirangan)

kayaknya mesti planing buat liburan deh tahun 2008 ini. walau saya sebel ngatur akhir tahun 2007 karena banyaknya libur bikin pusing buat ngatur penyusunan laporan akhir tahun, tapi liat libur 2008 ini jadi seru.... heheh...muanteb kita digaji full setahun untuk kerja yang buanyak banget liburnya gini.

gak usah mikir produktivitas deh mikir libur dulu hehe...
kalo mau liat daftar libur dan cuti bersama bisa liat disini

Thursday, December 27, 2007

Catatan Akhir Tahun 2007

Tanpa terasa beberapa hari lagi kita akan meninggalkan tahun 2007. Seperti Biasa tutup tahun bagi akuntan adalah tahun yang banyak menyita waktu. Tujuan Laporan Keuangan sendiri adalah "Menyediakan Informasi Menyangkut Posisi Keuangan, Kinerja, serta perubahan posisi keuangan, Kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dan pengambilan keputusan ekonomi"
Untuk Membuat Laporan Keuangan yang informatif bagi pemakainya, terdapat empat karakteristik pokok yang harus di penuhi. Dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat di perbandingkan.
Laporan Keuangan yang setidaknya disajikan secara tahunan, atau mungkin sering di sebut (periodisitas ) untuk mempermudah di perbandingkan baik dengan laporan keuangan itu sendiri untuk masa yang lampau juga untuk di perbandinkan dengan laporan keuangan perusahaan yang lain.
Salah satu asumsi dasar dalam laporan keuangan adalah dasar akrual, dimana dengan dasar ini pengaruh transaksi dan peristiwa lain di akui pada saat kejadian ( bukan pada saat kas diterima atau di bayar) dan dibuku dan dicatat pada saat periode yang bersangkutan proses disini biasanya disebut dengan Mathcing Concept .
Penyajian yang tepat waktu dan disajikan secara jujur dan memenuhi prinsip-prinsip dasar akuntansi membuat laporan keuangan di akhir tahun sedikit membutuhkan konsentrasi penuh bagi akuntan.
kalo di tahun berjalan kita bisa dengan gampang melakukan koreksi maka berkaitan dengan periodisitas tadi untuk akhir tahun kita tidak bisa mengkoreksi kembali. memastikan bahwa semua transaksi dan peristiwa sudah di catat pada periode yang sesuai dan memastikan bahwa yang tersaji di Laporan Keuangan adalah benar membuat akhir tahun menjadi momen penting bagi seorang penyusun laporan. disini juga biasanya menjadi tolak ukur untung rugi perusahaan, kinerja perusahaan juga akan ditentukan di Laporan Keuangan ini.
Untuk Memastikan bahwa yang tersaji di pos-pos Laporan Keuangan adalah benar maka sudah menjadi keharusan untuk melakukan opname atau inventarisasi di semua pos pos neraca, baik itu aktiva tetap, inventory, Account Receivable maupun Account Payable.
duh kayaknya gak cukup deh kalo ngomongin akuntansi di satu tulisan ini, entar disambung lagi deh kalo sempet. maklum lagi lumayan banyak kerjaan nih